Sabar dan Pemaaf Sifat Seorang Mukmin
Sesungguhnya makian2 dan celaan2 orang2 yg bodoh itu tidak akan menimbulkan kemarahan orang2 mukmin.
Sebab sangat jauh berbeda antara orang2 yg beriman, yg senantiasa berbuat baik dan bajik dengan orang2 bodoh dan menyembah berhala yg mereka anggap karena kebodohan mereka dapat mendatangkan mudharat dan manfaat.
Diriwayatkan seorang lelaki memaki Ahnaf bin Qais sambil mengikutinya berjalan di suatu jalan. Ketika Ahnaf telah dekat dengan rumahnya, ia berhenti lalu berkata kepada orang itu:
Hei Fulan, jika ada yg masih mau kau katakan, maka katakanlah di sini karena aku kuatir kalau sampai terdengar oleh para pemuda kampung ini, mereka akan menyakitimu.
Seorang lelaki berkata kepada Abu Bakar: Demi Allah aku akan mencacimu yg akan masuk bersama2 engkau ke dalam kubur !
Abu Bakar menjawab: Masuk bersamamu, bukan bersamaku !
Dan seorang lelaki berkata kepada Amru bin Ash: Demi Allah aku akan mencurahkan tenaga, pikiran dan waktu untuk tuan ! Amru menjawab:
Di sana engkau akan sibuk. Orang itu berkata pula: Seakan2 tuan menakut nakuti aku ?
Demi Allah, kalau tuan berkata kepadaku satu kalimat, maka aku akan mengatakan kepada tuan sepuluh kalimat !
Amru menjawab: Dan engkau, demi Allah kalau engkau mengatakan kepadaku sepuluh kalimat, aku tidak akan mengucapkan barang sekatapun
Suatu ketika Nabi Isa berjalan melewati suatu kaum dari golongan Yahudi.
Lantas mereka mengata-ngatai beliau dengan perkataan yg tidak baik. Namun dijawab oleh Nabi Isa dengan perkataan yg baik.
Ketika ditanya kepada beliau, mengapa beliau membalas mereka dengan ucapan yg baik, pada hal mereka mengata-ngatai beliau dengan ucapan yg buruk ? Beliau menjawab:
Masing2 orang menafkahkan dengan apa yg dimilikinya !
Seorang mukmin yg penyantun tidak akan berlaku usil sekalipun ia diusili. Firman Allah:
" Apabila orang2 jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata2 yg mengandung keselamatan. (QS.Al-Furqan: 63)
Rasulullah saw bersabda:
" Tiga perkara yg apabila ada pada diri seseorang, maka Allah akan menempatkannya pada pemeliharaan-Nya, dan akan melindunginya dengan rahmat-Nya, serta akan memasukannya ke dalam kecintaan-Nya:
(1) Jika diberi ia bersyukur
(2) Jika mampu membalas ia memaafkan
(3) Jika marah ia bersikap tenang. (HR.al-Hakim)
Dan diriwayatkan beliau telah bersabda:
" Barang siapa menahan marahnya maka Allah pun akan menahan daripadanya siksaannya; dan barang siapa memelihata lisannya maka Allah pun akan menutup kekurangannya.(HR.al-Thabaarany)
Dan dari sahabat Ibnu Umar r.a.ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
" Tidak ada tegukan yg lebih besar pahalanya di sisi Allah selain dari tegukan kemarahan yg ditahan oleh seseorang hamba karena mengharap keredhaan Allah. (HR.Ibnu Maajah)
Seorang yg sedang dilanda kemarahan itu akan hilang kesadarannya dan berada dibawah kendali setan.
Ia tidak akan menyadari nasehat2 yg diberikan kepadanya, sekalipun berasal dari Kalamullah atau sabda Rasulullah
Semoga bermanfaat
Sesungguhnya makian2 dan celaan2 orang2 yg bodoh itu tidak akan menimbulkan kemarahan orang2 mukmin.
Sebab sangat jauh berbeda antara orang2 yg beriman, yg senantiasa berbuat baik dan bajik dengan orang2 bodoh dan menyembah berhala yg mereka anggap karena kebodohan mereka dapat mendatangkan mudharat dan manfaat.
Diriwayatkan seorang lelaki memaki Ahnaf bin Qais sambil mengikutinya berjalan di suatu jalan. Ketika Ahnaf telah dekat dengan rumahnya, ia berhenti lalu berkata kepada orang itu:
Hei Fulan, jika ada yg masih mau kau katakan, maka katakanlah di sini karena aku kuatir kalau sampai terdengar oleh para pemuda kampung ini, mereka akan menyakitimu.
Seorang lelaki berkata kepada Abu Bakar: Demi Allah aku akan mencacimu yg akan masuk bersama2 engkau ke dalam kubur !
Abu Bakar menjawab: Masuk bersamamu, bukan bersamaku !
Dan seorang lelaki berkata kepada Amru bin Ash: Demi Allah aku akan mencurahkan tenaga, pikiran dan waktu untuk tuan ! Amru menjawab:
Di sana engkau akan sibuk. Orang itu berkata pula: Seakan2 tuan menakut nakuti aku ?
Demi Allah, kalau tuan berkata kepadaku satu kalimat, maka aku akan mengatakan kepada tuan sepuluh kalimat !
Amru menjawab: Dan engkau, demi Allah kalau engkau mengatakan kepadaku sepuluh kalimat, aku tidak akan mengucapkan barang sekatapun
Suatu ketika Nabi Isa berjalan melewati suatu kaum dari golongan Yahudi.
Lantas mereka mengata-ngatai beliau dengan perkataan yg tidak baik. Namun dijawab oleh Nabi Isa dengan perkataan yg baik.
Ketika ditanya kepada beliau, mengapa beliau membalas mereka dengan ucapan yg baik, pada hal mereka mengata-ngatai beliau dengan ucapan yg buruk ? Beliau menjawab:
Masing2 orang menafkahkan dengan apa yg dimilikinya !
Seorang mukmin yg penyantun tidak akan berlaku usil sekalipun ia diusili. Firman Allah:
" Apabila orang2 jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata2 yg mengandung keselamatan. (QS.Al-Furqan: 63)
Rasulullah saw bersabda:
" Tiga perkara yg apabila ada pada diri seseorang, maka Allah akan menempatkannya pada pemeliharaan-Nya, dan akan melindunginya dengan rahmat-Nya, serta akan memasukannya ke dalam kecintaan-Nya:
(1) Jika diberi ia bersyukur
(2) Jika mampu membalas ia memaafkan
(3) Jika marah ia bersikap tenang. (HR.al-Hakim)
Dan diriwayatkan beliau telah bersabda:
" Barang siapa menahan marahnya maka Allah pun akan menahan daripadanya siksaannya; dan barang siapa memelihata lisannya maka Allah pun akan menutup kekurangannya.(HR.al-Thabaarany)
Dan dari sahabat Ibnu Umar r.a.ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
" Tidak ada tegukan yg lebih besar pahalanya di sisi Allah selain dari tegukan kemarahan yg ditahan oleh seseorang hamba karena mengharap keredhaan Allah. (HR.Ibnu Maajah)
Seorang yg sedang dilanda kemarahan itu akan hilang kesadarannya dan berada dibawah kendali setan.
Ia tidak akan menyadari nasehat2 yg diberikan kepadanya, sekalipun berasal dari Kalamullah atau sabda Rasulullah
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar